PLUS Advisor

Journals

Dana Darurat vs Tabungan Biasa: Apa Perbedaannya dan Bagaimana Aturan Pakainya?

Dana darurat dan tabungan biasa sering dianggap sama, padahal keduanya memiliki fungsi berbeda. Dana darurat adalah simpanan khusus yang disiapkan untuk menghadapi kondisi tak terduga. Sedangkan tabungan biasa adalah simpanan yang dikumpulkan untuk tujuan tertentu.

Sayangnya, masih banyak masyarakat yang belum memahami pentingnya perbedaan ini. Menurut survei Sun Life, hanya 50% masyarakat Indonesia yang siap menghadapi kondisi darurat finansial. 

Artinya, separuh dari kita belum memiliki dana darurat yang memadai untuk menghadapi situasi sulit atau tak terduga. Lalu apa yang harus kita siapkan untuk memulai membangun dana darurat?

Sebagai tahap awal, Anda harus memahami perbedaan dana darurat dan tabungan biasa dari segi pengertian dan tujuan. Kemudian, pahami juga aturan pakai keduanya agar keuangan keluarga Anda tetap terlindungi.

Apa yang Dimaksud dengan Dana Darurat?

Dana darurat adalah simpanan khusus yang disiapkan untuk menghadapi kondisi finansial yang tidak terduga dan mendesak. Dana darurat tidak memiliki rencana penggunaan spesifik karena disiapkan untuk berjaga-jaga ketika situasi buruk datang tiba-tiba.

Tujuan Dana Darurat

Tujuan utama dana darurat adalah melindungi keuangan keluarga agar tidak terganggu saat terjadi kondisi darurat. Apa saja situasi yang termasuk dalam situasi darurat atau mendesak? 

Dana darurat sangat berguna dalam situasi mendesak. Anda tidak perlu berutang atau mencairkan investasi sebelum waktunya karena situasi mendesak.

Berapa Besaran Dana Darurat?

Besaran dana darurat dihitung berdasarkan pengeluaran bulanan. Untuk lajang, besaran dana darurat idealnya 3-6 kali pengeluaran bulanan. 

Untuk keluarga dengan satu pencari nafkah, minimal 6 kali. Jika memiliki tanggungan lebih banyak atau penghasilan tidak tetap seperti pemilik bisnis, angka ini sebaiknya naik hingga 9-12 kali pengeluaran bulanan.

Di Mana Seharusnya Menyimpan Dana Darurat?

Dana darurat sebaiknya disimpan di instrumen yang likuid dan mudah dicairkan kapan saja tanpa penalti. Beberapa pilihan yang umum digunakan antara lain rekening tabungan terpisah dari rekening utama, deposito tenor pendek, atau reksa dana pasar uang.

Apa yang Dimaksud dengan Tabungan Biasa?

Tabungan biasa adalah simpanan yang dikumpulkan untuk mencapai tujuan keuangan tertentu yang sudah direncanakan. Berbeda dengan dana darurat, tabungan biasa dirancang untuk digunakan pada waktu dan keperluan yang sudah ditetapkan.

Tujuan Tabungan Biasa

Tujuan tabungan biasa lebih spesifik dan beragam, tergantung kebutuhan masing-masing keluarga. Misalnya, untuk dana pendidikan anak, pembelian kendaraan, renovasi rumah, atau persiapan liburan keluarga.

Berapa Besaran Tabungan Biasa?

Besaran tabungan biasa tidak mengacu pada pengeluaran bulanan, melainkan sepenuhnya bergantung pada target yang ingin dicapai. Jika ingin membeli kendaraan seharga Rp300 juta dalam tiga tahun, maka itulah target tabungan yang perlu dikejar setiap bulannya.

Di Mana Seharusnya Menyimpan Tabungan Biasa?

Tabungan biasa lebih fleksibel dalam hal tempat penyimpanan. Karena tidak harus selalu siap dicairkan sewaktu-waktu, tabungan biasa bisa ditempatkan di instrumen dengan imbal hasil lebih tinggi sesuai jangka waktunya, seperti deposito, reksa dana pendapatan tetap, atau bahkan obligasi.

Namun, Anda juga bisa menyimpan tabungan biasa di rekening bank terpisah. Anda juga bisa menyimpan uang di dompet atau bank digital karena mudah diakses dan dicairkan kapan pun. 

Tabel Perbedaan Dana Darurat dan Tabungan Biasa

Untuk memahami perbedaan dana darurat dan tabungan biasa secara lebih mudah, berikut tabel yang dapat Anda jadikan panduan. 

AspekDana DaruratTabungan Biasa
PengertianSimpanan untuk kondisi tak terduga dan mendesakSimpanan untuk tujuan keuangan yang sudah direncanakan
TujuanJaring pengaman finansialMencapai target keuangan tertentu
Besaran3–12x pengeluaran bulananSesuai target yang ingin dicapai
Tempat PenyimpananLikuid (rekening terpisah, deposito tenor pendek, reksa dana pasar uang)Fleksibel (deposito, reksa dana, obligasi)
Aturan PakaiHanya untuk kondisi darurat sejatiDigunakan sesuai rencana yang ditetapkan
SifatTidak boleh disentuh kecuali daruratBoleh diakses kapan saja sesuai kebutuhan

Bagaimana Aturan Penggunaan Dana Darurat

Dana darurat memiliki aturan pemakaiannya sendiri, yaitu pada waktu mendesak dan genting agar tidak habis di waktu yang salah. 

Menurut Priskilla Lusina, Founder Plus Advisor, dana darurat mudah sekali bergeser fungsinya menjadi dana cadangan umum yang bisa diakses kapan saja untuk alasan apa pun. Banyak keluarga juga sudah berhasil mengumpulkan dana darurat, namun justru gagal menjaganya karena tidak memahami aturan penggunaannya.

Agar dana darurat tetap utuh dan siap digunakan saat benar-benar dibutuhkan, ada beberapa aturan pemakaian yang harus Anda pegang teguh 

1. Tanya Tiga Pertanyaan Ini Sebelum Menggunakannya 

Sebelum menyentuh dana darurat, sebaiknya Anda jawab tiga pertanyaan berikut secara jujur:

  • Apakah hal ini terjadi tiba-tiba dan di luar rencana?
  • Apakah hal ini tidak bisa ditunda atau diabaikan?
  • Apakah tidak ada sumber dana lain yang bisa digunakan terlebih dahulu?

Jika ketiga jawaban adalah ya, barulah dana darurat boleh digunakan. Jika salah satu jawabannya tidak, coba cari solusi lain terlebih dahulu.

Solusi lain yang bisa Anda gunakan, misalnya memakai anggaran bulanan yang masih tersisa, memundurkan pengeluaran lain, atau memanfaatkan fasilitas yang sudah ada. Dana darurat adalah pilihan terakhir.

2. Gunakan Hanya Sebesar yang Dibutuhkan

Disiplin dalam jumlah pengambilan sama pentingnya dengan disiplin dalam membangunnya. Artinya, gunakan dana darurat seperlunya saja. Jika biaya perbaikan kendaraan Rp3 juta, maka ambil Rp3 juta saja, tidak lebih. 

Jangan jadikan momen mengakses dana darurat sebagai kesempatan untuk mengambil lebih banyak. Kebiasaan mengambil melebihi kebutuhan akan membuat dana darurat terkikis perlahan tanpa disadari. 

3. Catat Setiap Penggunaan

Setiap kali dana darurat digunakan, catat tanggal, jumlah, dan alasannya secara spesifik. Pencatatan ini bukanlah formalitas, melainkan bisa membantu Anda mengevaluasi apakah penggunaannya benar-benar tepat.

Jika Anda menggunakan dana darurat lebih dari dua kali dalam setahun untuk alasan yang berbeda-beda, maka anggaran bulanan perlu ditinjau ulang. Catatan yang baik membantu Anda untuk mengevaluasi secara lebih objektif.

4. Segera Isi Kembali Setelah Kondisi Stabil

Begitu situasi darurat selesai dan penghasilan kembali normal, jadikan pengisian dana darurat sebagai prioritas utama sebelum kembali ke pos pengeluaran lain. Tentukan target waktu yang realistis.

Misalnya, Anda bisa mengisi kembali dalam 3–6 bulan dengan menyisihkan persentase tertentu dari penghasilan bulanan. Jangan menunggu sisa penghasilan karena sering kali uang menipis di ujung bulan.

5. Jangan Campur dengan Rekening Harian

Simpan dana darurat di rekening yang terpisah dari rekening utama. Tujuannya untuk mencegah dana ini tergerus tanpa disadari oleh pengeluaran sehari-hari. 

Ketika dana darurat dan dana harian berada di rekening yang sama, godaan untuk menggunakannya untuk keperluan kecil akan jauh lebih besar. Kebiasaan ini sering membuat dana darurat tidak terkumpul.

Dana Darurat Habis, Bagaimana Cara Mengumpulkan Lagi dari Nol?

Dana darurat yang habis karena dipakai untuk keperluan mendesak adalah hal yang wajar. Untuk mengumpulkan kembali, Anda perlu menghitung ulang target dana darurat dan menyisihkan uang di awal bulan.

Ikuti enam langkah berikut untuk membangun kembali dana darurat yang habis dari nol.

1. Hitung Ulang Target Dana Darurat Anda

Sebelum mulai mengumpulkan dana darurat dari nol, pastikan Anda memiliki money mindset yang sehat. Bahwasanya dana darurat sangat krusial untuk kesehatan finansial Anda dan keluarga. 

Langkah pertama yang bisa Anda lakukan adalah memastikan Anda tahu berapa angka yang harus dicapai. Hitung kembali pengeluaran dan kebutuhan bulanan saat ini.

Hal ini perlu Anda lakukan karena kondisi keluarga bisa berubah. Misalnya, anak bertambah, cicilan baru, atau biaya hidup yang meningkat.

Menghitung ulang target dana darurat membantu Anda mencapai angka yang akurat. Dengan demikian, Anda memiliki tujuan yang jelas dan realistis untuk dikejar.

2. Sisihkan Uang di Awal, Bukan di Akhir Bulan

Kesalahan paling umum saat mengumpulkan dana darurat adalah menunggu sisa gaji di akhir bulan. Padahal, sisa uang di akhir bulan terkadang jarang ada. 

Strategi terbaik adalah mengalokasikan uang di awal, setelah gaji masuk. Anda bisa langsung mengirim sejumlah yang sudah ditentukan ke rekening dana darurat. Anggap ini sebagai tagihan wajib untuk diri sendiri.

3. Tentukan Persentase yang Realistis

Tidak perlu memaksakan angka besar jika kondisi keuangan sedang ketat. Anda bisa mengalokasikan 10%–20% dari penghasilan bulanan untuk memulai. 

Meskipun angkanya tak seberapa, yang penting Anda konsisten. Jika ada penghasilan lebih di bulan tertentu, manfaatkan momen tersebut untuk menambah setoran lebih besar dari biasanya.

4. Pangkas Sementara Pengeluaran yang Bukan Prioritas

Selama masa pemulihan dana darurat, tinjau kembali pengeluaran bulanan dan identifikasi mana yang bisa dikurangi sementara. Misalnya, mengurangi frekuensi makan di luar atau menahan pembelian barang yang tidak urgent.

Hasil penghematan ini bisa langsung dialihkan ke dana darurat. Jika dirasa dana darurat sudah mulai terkumpul, Anda bisa mempertimbangkan kembali hal-hal yang tertunda sebelumnya.

5. Tunda Dulu Penambahan Investasi

Jika dana darurat belum pulih, pertimbangkan untuk menahan penambahan investasi baru untuk sementara waktu. Sebab, investasi dalam kondisi ini justru berisiko kerugian.

Tanpa dana darurat yang memadai, Anda berisiko harus mencairkan investasi pada waktu yang tidak tepat jika situasi darurat kembali datang. Pulihkan fondasi terlebih dahulu, baru kembali fokus pada pertumbuhan aset.

6. Otomatiskan Prosesnya

Agar tidak lupa atau tergoda menggunakan dana tersebut untuk keperluan lain, manfaatkan fitur auto-debit yang tersedia di hampir semua aplikasi perbankan. Anda bisa membuat rekening baru atau menggunakan bank digital.

Atur agar sejumlah dana otomatis berpindah ke rekening dana darurat setiap tanggal gajian. Cara ini membantu proses pengisian berjalan tanpa perlu bergantung pada niat atau disiplin manual setiap bulannya. 

Bangun Dana Darurat dan Tabungan Secara Bersamaan

Dana darurat dan tabungan biasa bukan dua hal yang harus dipilih salah satu. Keduanya sama-sama penting dan idealnya dibangun secara bersamaan demi kesehatan finansial Anda dan keluarga.

Dana darurat melindungi Anda dari guncangan finansial yang tidak terduga, sementara tabungan biasa membantu Anda melangkah maju menuju tujuan keuangan yang Anda impikan.

Kuncinya adalah prioritas dan konsistensi. Sejak awal, fokuskan sebagian besar alokasi untuk membangun dana darurat hingga mencapai jumlah minimal yang aman. Setelah itu, Anda bisa mulai membagi alokasi secara lebih seimbang antara dana darurat, tabungan, dan investasi.

Jika Anda belum yakin berapa alokasi yang tepat untuk kondisi keuangan keluarga Anda saat ini, berkonsultasi dengan perencana keuangan profesional bisa menjadi langkah yang tepat. 

Anda bisa mendapat rekomendasi untuk membangun dana darurat, mengatur tabungan, hingga merencanakan investasi jangka panjang.

FAQs Seputar Dana Darurat dan Tabungan Biasa

1. Apakah dana darurat dan tabungan biasa harus disimpan di rekening yang berbeda?

Ya, sebaiknya keduanya disimpan di rekening terpisah. Menyatukan dana darurat dan tabungan biasa dalam satu rekening membuat keduanya mudah tercampur dan sulit dikontrol. Rekening terpisah membantu Anda lebih mudah memantau saldo masing-masing.

2. Apakah dana darurat bisa diinvestasikan?

Dana darurat sebaiknya tidak ditempatkan di instrumen investasi yang berisiko atau tidak likuid seperti saham atau reksa dana saham. Namun, sebagian dana darurat bisa ditempatkan di instrumen yang tetap likuid namun memberikan imbal hasil lebih baik dari tabungan biasa, seperti reksa dana pasar uang atau deposito tenor pendek. Dana ini harus bisa dicairkan dalam waktu singkat tanpa penalti saat dibutuhkan.

3. Bagaimana jika penghasilan saya tidak tetap? Bagaimana cara menghitung dana darurat?

Untuk penghasilan tidak tetap, hitung rata-rata penghasilan bersih selama 6 bulan terakhir sebagai acuan pengeluaran bulanan. Karena penghasilan tidak menentu, disarankan untuk menyiapkan dana darurat yang lebih besar, yakni minimal 9–12x pengeluaran bulanan. Di bulan penghasilan lebih besar, manfaatkan untuk mempercepat pengisian dana darurat.

4. Bolehkah dana darurat digunakan untuk membayar utang mendesak?

Tergantung situasinya. Jika utang tersebut berpotensi menimbulkan dampak yang lebih besar jika tidak segera dibayar, misalnya ancaman penyitaan aset, maka penggunaan dana darurat bisa dipertimbangkan. Namun, jika utang masih dalam batas yang bisa dikelola, sebaiknya cari solusi lain agar dana darurat tetap utuh untuk fungsi utamanya.

5. Apakah dana darurat perlu disesuaikan seiring waktu?

Ya. Seiring bertambahnya tanggungan keluarga, naiknya biaya hidup, atau perubahan gaya hidup, besaran dana darurat perlu ditinjau ulang secara berkala minimal setahun sekali. Pastikan jumlah dana darurat Anda selalu mencerminkan kondisi dan kebutuhan keluarga saat ini.