PLUS Advisor

Journals

Strategi Investasi di Tengah Gejolak Ekonomi Agar Aset Tahan Guncangan

Ketidakpastian ekonomi sudah menjadi bagian dari keseharian kita. Mulai dari inflasi, suku bunga tinggi, hingga ketegangan geopolitik global berpotensi memicu fluktuasi pasar dan memengaruhi strategi investasi.

Sementara itu, di dalam negeri, dinamika nilai tukar dan harga komoditas juga ikut menambah tekanan pada stabilitas ekonomi. Bagi para investor, situasi ini bisa berdampak pada nilai aset dan kinerja portofolio.

Dalam kondisi ekonomi yang tidak stabil, diperlukan strategi investasi yang adaptif untuk melindungi aset dan mengelola kekayaan di tengah tekanan pasar. 

Lalu, apa saja strategi investasi yang perlu Anda lakukan? 

Di artikel ini, kita akan mendiskusikan tiga bahasan utama, di antaranya:: 

  • Risiko dan faktor saat gejolak ekonomi global
  • Delapan strategi investasi agar tahan guncangan
  • Kesalahan investasi yang harus Anda hindari

Risiko dan Faktor Saat Gejolak Ekonomi Global

Sebelum mengetahui apa saja strategi investasi yang sebaiknya Anda ambil, pahami terlebih dahulu risiko dan beberapa faktor yang memicu gejolak ekonomi global saat ini.

Seperti kita ketahui, kondisi global belakangan ini dipenuhi oleh berbagai faktor pemicu gejolak dan berdampak langsung pada pasar keuangan, terutama di tengah perang dan ketegangan geopolitik.

Konflik bersenjata, misalnya, menyebabkan harga energi melonjak dan memperparah inflasi. Situasi ini dapat memicu kepanikan pasar, sehingga investor cenderung mengalihkan aset ke instrumen yang lebih aman.

Selain ketegangan geopolitik, faktor lainnya yang memicu gejolak ekonomi global di antaranya: krisis energi, kenaikan suku bunga global, inflasi yang tak terkendali, dan disrupsi rantai pasok global.

Lantas apa saja dampak dari kondisi-kondisi tersebut? Pastinya, faktor-faktor di atas akan berdampak pada portofolio Anda, seperti:

  • Volatilitas Harga: Nilai saham, reksa dana, dan bahkan obligasi bisa berubah drastis dalam waktu singkat.
  • Fluktuasi Nilai Tukar: Investasi dalam mata uang asing menjadi lebih berisiko; keuntungan bisa tergerus selisih kurs.
  • Potensi Kerugian: Tanpa diversifikasi dan pengelolaan risiko yang tepat, portofolio bisa mengalami penurunan nilai signifikan.

Strategi Investasi Agar Tahan Guncangan

Jika Anda merasa kondisi-kondisi tersebut berdampak pada investasi Anda, lakukan adatasi strategi sedini mungkin. Berikut sembilan langkah yang bisa Anda ambil atau konsultasikan dengan penasihat investasi Anda.

Jangan Panik, Tetap Rasional

Ketika pasar “merah” atau mengalami penurunan tajam, godaan untuk menjual semua aset demi menghindari kerugian seringkali muncul. Pada saat inilah, psikologi investasi berperan penting.

Bisa jadi, keputusan impulsif seperti itu justru bisa memperbesar kerugian karena menjual di harga rendah berarti mewujudkan kerugian yang seharusnya hanya bersifat sementara.

Jagalah kepala Anda agar tetap dingin. Fokus pada tujuan jangka panjang dan jangan mudah terpengaruh oleh fluktuasi yang mungkin bersifat sesaat. Jika perlu, konsultasikan hal ini kepada penasihat investasi Anda.

Diversifikasi Portofolio

Diversifikasi portofolio adalah strategi klasik namun tetap relevan hingga kini. Dengan menyebar aset ke berbagai instrumen, seperti saham, obligasi, reksa dana, emas, atau aset berbasis dolar, risiko bisa dikurangi secara signifikan.

Ketika satu jenis aset turun, yang lain bisa naik atau tetap stabil, sehingga total nilai portofolio tidak terlalu terpengaruh. Selain itu, diversifikasi juga bisa dilakukan secara lintas sektor maupun lintas negara. 

Pilih Instrumen Low-Risk yang Stabil 

Di tengah ketidakpastian, menempatkan sebagian dana pada instrumen berisiko rendah bisa menjadi bantalan yang efektif. Anda bisa mempertimbangkan beberapa aset stabil berikut ini:

  • Obligasi pemerintah (seperti SBN)
  • Reksa dana pasar uang
  • Deposito berjangka
  • Emas

Instrumen tersebut memang tidak selalu menawarkan return setinggi saham, namun mereka berfungsi sebagai “penjaga nilai” sehingga Anda bisa tetap dapat menjaga keseimbangan portofolio dan menjaga psikologis saat pasar sedang tidak bersahabat.

Fokus pada Sektor yang Teta Tumbuh di Masa Krisis

Tidak semua sektor ikut terpuruk saat ekonomi melemah. Berdasarkan pengalaman di masa lalu, ada beberapa sektor yang cenderung lebih tahan banting atau bahkan tetap tumbuh di tengah krisis.

Apa saja sektor yang cenderung stabil meskipun di tengah masa krisis? Sektor-sektor tersebut di antaranya:

  • Kesehatan: Permintaan terhadap layanan dan produk kesehatan tetap tinggi bahkan saat ekonomi menurun.
  • Energi dan utilitas: Sebagai bahan utama, sektor ini akan tetap dibutuhkan oleh masyarakat dan industri.
  • Teknologi tertentu: Layanan cloud, komunikasi, dan cybersecurity kemungkinan tetap mengalami peningkatan penggunaan saat krisis.
  • Consumer staples (barang kebutuhan pokok): Makanan, minuman, dan produk rumah tangga akan tetap dibutuhkan setiap hari.

Anda bisa mempertimbangkan untuk menempatkan sebagian portofolio di sektor-sektor ini. Tujuannya untuk menjaga stabilitas nilai investasi meskipun sektor lain mengalami tekanan.

Kombinasikan Investasi Jangka Panjang dan Pendek

Kombinasi investasi bertujuan menciptakan keseimbangan antara likuiditas dan pertumbuhan. Dengan kata lain, Anda bisa menjaga ketenangan saat pasar turun, tanpa kehilangan peluang pertumbuhan jangka panjang.

Investasi jangka pendek, seperti reksa dana pasar uang atau deposito, menawarkan akses cepat ke dana dan relatif stabil. Investasi ini cocok untuk kebutuhan darurat atau menjaga fleksibilitas pasar saat tidak pasti.

Investasi jangka panjang, di lain sisi, seperti saham blue chip, properti, atau obligasi, memberi peluang pertumbuhan nilai lebih besar selama investor mampu bertahan dari fluktuasi jangka pendek. 

Manfaatkan Emas dan Aset Safe Haven Lainnya

Emas dikenal sebagai aset safe haven. Aset safe haven sendiri merujuk pada aset yang nilainya cenderung stabil atau naik saat pasar keuangan bergejolak.

Sejak dulu, emas digunakan untuk melindungi nilai kekayaan dari inflasi, krisis mata uang, atau ketidakstabilan politik. Menempatkan sebagian kecil portofolio pada aset safe haven membantu Anda melindungi nilai aset yang efektif di masa tidak pasti.

Selain emas, beberapa aset lain juga mulai dilirik sebagai safe haven alternatif:

  • Dolar AS, karena statusnya sebagai mata uang global.
  • Obligasi pemerintah dari negara maju, seperti US Treasury.
  • Aset kripto seperti Bitcoin. Meskipun masih sangat volatil, sebagian investor melihatnya sebagai “emas digital”.

Gunakan Strategi Dollar Cost Averaging (DCA)

Dollar Cost Averaging, atau disingkat DCA, adalah cara berinvestasi dengan rutin menyetorkan uang dalam jumlah yang sama secara berkala. Misalnya setiap minggu atau setiap bulan, tanpa peduli harga pasar sedang naik, turun, atau stagnan.

Manajemen investasi bertujuan agar Anda tidak perlu repot menebak “kapan waktu terbaik” untuk berinvestasi. Karena pada dasarnya, menebak waktu pasar itu sulit, bahkan bagi investor berpengalaman sekalipun.

Strategi DCA membantu Anda lebih konsisten dan tidak mudah panik saat pasar naik-turun. Selain itu, Anda bisa mendapat harga rata-rata beli lebih seimbang dan terhindar dari risiko beli di harga tinggi.

Pegang Cash atau Aset Likuid

Dalam kondisi ekonomi yang tidak stabil, Anda harus memiliki dana cadangan dalam bentuk tunai atau aset yang mudah dicairkan. Aset ini disebut juga sebagai aset likuid.

Jika seluruh dana Anda diinvestasikan pada aset jangka panjang atau yang sulit dijual, Anda bisa kesulitan saat membutuhkan dana cepat. Itulah mengapa memiliki sebagian dana dalam bentuk yang likuid sangat disarankan.

Aset jenis ini memungkinkan Anda untuk tetap fleksibel dalam mengambil keputusan keuangan. Beberapa contoh aset likuid di antaranya, uang tunai, reksa dana pasar uang, dan deposito jangka pendek. 

Manfaatkan Teknologi dan Data

Di era yang serba internet saat ini, Anda memiliki banyak kemudahan dalam mengakses informasi dan mengelola investasi. Gunakan aplikasi atau platform investasi yang aman, transparan, dan mudah digunakan untuk memantau perkembangan portofolio Anda secara berkala.

Selain itu, ikuti terus informasi ekonomi dari sumber yang kredibel agar tidak terjebak pada keputusan yang keliru. Hindari mempercayai informasi yang belum jelas sumbernya, terutama dari media sosial.

Dengan teknologi dan data yang kredibel, Anda bisa memantau indikator ekonomi secara berkala untuk menyesuaikan strategi investasi. Beberapa indikator ekonomi yang sebaiknya Anda perhatikan di antaranya: 

  • Suku bunga acuan (seperti kebijakan The Fed di Amerika Serikat)
  • Harga minyak dunia
  • Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing
  • Indeks Volatilitas (VIX) yang mencerminkan tingkat kecemasan pasar

Kesalahan Investasi yang Harus Dihindari 

Banyak investor mengalami kerugian bukan karena kondisi pasar semata, melainkan karena keputusan yang diambil tanpa perencanaan atau pemahaman yang cukup.

Agar aset Anda tetap aman dan bertumbuh dengan sehat, penting untuk mengetahui beberapa kesalahan umum yang sering terjadi, di antaranya:

  1. Mengikuti tren tanpa riset dan membeli aset yang sedang ramai dibicarakan tanpa memahami risikonya.
  2. Menaruh semua dana di satu jenis aset, sehingga saat aset tersebut turun, seluruh portofolio terdampak.
  3. Tidak punya tujuan dan rencana investasi yang jelas sehingga mudah panik saat terjadi penurunan pasar.
  4. Tidak siap dengan dana darurat sehingga terpaksa menjual aset karena butuh uang tunai mendadak.
  5. Mengabaikan profil risiko pribadi dan memilih instrumen yang terlalu agresif tanpa menyesuaikan dengan toleransi risiko Anda.
  6. Terlalu sering memantau dan bereaksi berlebihan terhadap portfolio sehingga membuat Anda lebih emosional dan tergesa-gesa.
  7. Mengabaikan biaya dan pajak yang dapat menggerus keuntungan.

Peran Penasihat Keuangan Dalam Strategi Investasi

Anda juga bisa berkonsultasi dengan penasihat investasi atau konsultan keuangan sebelum membangun strategi. Berikut beberapa peran penasihat keuangan dalam strategi investasi.

Menyusun Strategi Sesuai Profil Risiko

Penasihat akan mengevaluasi profil risiko Anda, baik sebagai individu maupun keluarga, untuk menentukan alokasi aset yang tepat. Ini penting agar portofolio tetap stabil, bahkan saat pasar sedang volatile.

Membantu Diversifikasi dan Manajemen Risiko

Mereka akan membantu Anda menyebar investasi ke berbagai sektor, instrumen, dan wilayah geografis. Diversifikasi ini merupakan langkah dasar untuk meredam risiko dan menjaga pertumbuhan aset yang konsisten.

Memberi Panduan Investasi Jangka Panjang

Penasihat berperan sebagai mitra strategis, bukan hanya untuk keputusan jangka pendek. Mereka memastikan Anda tetap fokus pada tujuan finansial jangka panjang, tidak terbawa arus kepanikan pasar.

 Menerapkan Prinsip Family Governance

Untuk keluarga yang memiliki aset besar atau multigenerasi, penasihat keuangan juga dapat membantu membangun struktur family governance. Strategi ini mencakup perencanaan warisan, pembagian peran antar anggota keluarga, hingga edukasi keuangan generasi penerus agar kekayaan keluarga tidak mudah goyah, bahkan saat ekonomi bergejolak.

Mengoptimalkan Pajak dan Kepatuhan

Penasihat juga akan melakukan tax planning dari investasi Anda, serta memastikan semua strategi berjalan sesuai dengan regulasi yang berlaku, sehingga tidak menimbulkan risiko hukum di masa depan. 

Kesimpulan

Di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu, tujuan utama investasi seharusnya bukan hanya mencari keuntungan, tetapi juga menjaga agar nilai aset tetap aman dan tidak tergerus.

Dengan strategi yang bijak, disiplin dalam menjalankan rencana, serta kemampuan mengelola risiko dan emosi, Anda bisa membangun fondasi investasi yang lebih stabil. 

Kini saatnya Anda meninjau kembali portofolio yang dimiliki. Apakah sudah cukup tangguh untuk menghadapi guncangan ekonomi? Jika diperlukan, buatlah rencana sedini mungkin untuk mengantisipasi krisis ekonomi