PLUS Advisor

Journals

Investasi Berkelanjutan: Strategi Cerdas Raih Profit Sambil Menjaga Bumi

Investasi berkelanjutan adalah strategi investasi yang berfokus pada keuntungan finansial serta mempertimbangkan dampak lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan. Pendekatan ini semakin relevan di tengah perubahan cara pandang investor terhadap nilai jangka panjang.

Berdasarkan proyeksi dari PwC, investasi berkelanjutan terus tumbuh pesat. Nilai investasi institusi ini diperkirakan akan naik hingga 84% dan mencapai sekitar US$33,9 triliun pada tahun 2026.

Angka ini menunjukkan bahwa investasi berkelanjutan menjadi bagian penting dari strategi investasi modern yang menggabungkan potensi keuntungan dengan dampak jangka panjang.

Untuk memahami lebih lanjut tentang investasi berkelanjutan, berikut pengertian lebih detail beserta manfaat dan cara memulainya.

Apa Itu Investasi Berkelanjutan?

Investasi berkelanjutan adalah strategi investasi yang tidak hanya berfokus pada keuntungan finansial semata. Strategi ini turut mempertimbangkan dampak terhadap lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan. 

Artinya, investor tidak sekadar mengejar profit, tetapi juga memastikan bahwa dana yang diinvestasikan memberikan kontribusi positif bagi masa depan.

Pendekatan ini semakin populer karena adanya kesadaran bahwa kinerja perusahaan tidak hanya dinilai dari laba. Tanggung jawab jangka panjang perusahaan turut dipertimbangkan sebagai nilai positif. 

Adapun beberapa jenis investasi berkelanjutan di antaranya:

  • Saham perusahaan berbasis ESG
  • Reksa dana berkelanjutan
  • Green bonds (obligasi hijau)
  • Impact investing

Bagaimana Prinsip Investasi berkelanjutan?

Dalam praktik investasi berkelanjutan, terdapat tiga prinsip utama yang diusung sebagai konsep dasar. Konsep ini disebut ESG, yang merupakan kepanjangan dari Environment, Social, dan Governance.

Investor akan mempertimbangkan tiga faktor ini dalam memilih perusahaan untuk investasi untuk memastikan perusahaan menguntungkan dan bertanggung jawab.

  • Environmental (Lingkungan):

Menilai bagaimana perusahaan menjaga lingkungan, seperti pengelolaan limbah, emisi karbon, dan penggunaan energi terbarukan.

  • Social (Sosial):

Berkaitan dengan hubungan perusahaan dengan karyawan, pelanggan, dan masyarakat, termasuk isu hak asasi manusia dan kesejahteraan tenaga kerja.

  • Governance (Tata Kelola):

Melihat bagaimana perusahaan dikelola, termasuk transparansi, etika bisnis, serta struktur kepemimpinan.

Apa Perbedaan Investasi Berkelanjutan dan Investasi Konvensional?

Perbedaan utama antara investasi berkelanjutan dan investasi konvensional terletak pada pendekatannya. Investasi berkelanjutan cenderung lebih selektif dalam memilih aset karena mempertimbangkan nilai etika dan keberlanjutan. 

Untuk memahami perbedaan keduanya secara lebih detail, simak tabel berikut ini.

AspekInvestasi BerkelanjutanInvestasi Konvensional
Tujuan UtamaKeuntungan finansial dan dampak positif jangka panjangKeuntungan finansial semata
PertimbanganFaktor Environmental, Social, and Governance (ESG)Analisis keuangan (return & risiko)
Pemilihan AsetSelektif, berbasis nilai etika & keberlanjutanBerdasarkan performa dan potensi profit
Dampak Sosial & LingkunganMenjadi bagian penting dalam keputusan investasiTidak menjadi pertimbangan utama
Perspektif WaktuJangka panjang dan berkelanjutanBisa jangka pendek maupun panjang
RisikoCenderung lebih terkelola secara jangka panjangBergantung pada kondisi pasar

Apa Manfaat Investasi Berkelanjutan Bagi Investor?

Secara singkat, investasi berkelanjutan membuat investor bisa mendapatkan hasil yang lebih seimbang antara profit dan dampak jangka panjang. Adapun nilai tambah bisa didapat dari sisi sosial, lingkungan, hingga reputasi.

Founder Plus Advisor dan penasihat investasi, Priskilla Lusina, menjelaskan bahwa investasi saat ini tidak lagi hanya tentang angka, tetapi juga tentang nilai yang dibangun.

“Investasi berkelanjutan bukan hanya membantu mengembangkan aset, tapi juga memastikan bahwa setiap keputusan finansial yang kita ambil memberikan dampak positif. Di masa depan, investor yang mampu menggabungkan profit dan purpose justru akan memiliki keunggulan lebih,” jelasnya.

Lebih lanjut, mari kita simak tiga manfaat utama investasi berkelanjutan yang bisa Anda dapatkan.

Manfaat Finansial

Perusahaan yang menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) umumnya memiliki fondasi bisnis yang lebih kuat dan berorientasi jangka panjang. 

Mereka cenderung lebih adaptif terhadap perubahan isu global, sehingga kinerjanya lebih stabil dan berpotensi memberikan return yang konsisten dalam jangka panjang.

Masih menurut laporan PwC, sebanyak 60% investor institusi mengakui bahwa investasi berbasis ESG mampu menghasilkan pengembalian yang lebih tinggi dibandingkan dengan investasi non-ESG yang setara.

Selain itu, pendekatan ini juga membantu investor mengelola risiko dengan lebih baik, termasuk risiko pajak. Pertimbangan terhadap faktor lingkungan, sosial, dan tata kelola sejak awal membantu investor untuk menghindari perusahaan dengan potensi masalah seperti isu hukum dan konflik internal.

Manfaat Sosial & Lingkungan

Investasi berkelanjutan tidak berkontribusi langsung terhadap keberlanjutan. Dana yang diinvestasikan akan mengalir ke perusahaan yang menerapkan praktik bisnis ramah lingkungan dan bertanggung jawab, sehingga turut mendorong terciptanya ekosistem bisnis yang lebih sehat.

Investasi ini juga memberikan dampak positif bagi masyarakat. Perusahaan yang dipilih umumnya lebih memperhatikan kesejahteraan karyawan, hubungan dengan komunitas, serta isu sosial lainnya. Hubungan ini menciptakan nilai yang lebih luas di luar aspek finansial.

Manfaat Reputasi (untuk bisnis)

Penerapan prinsip ESG juga berkontribusi dalam membangun citra brand yang lebih kuat. Perusahaan yang konsisten menjalankan praktik berkelanjutan cenderung lebih dipercaya oleh publik karena dianggap memiliki tanggung jawab sosial dan komitmen jangka panjang.

Di sisi lain, hal ini juga meningkatkan daya tarik perusahaan di mata investor. Perusahaan dengan komitmen ESG yang baik memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan dukungan investasi.

Bagaimana Cara Memulai Investasi Berkelanjutan?

Jika Anda ingin memulai investasi berkelanjutan, langkah awal yang paling sederhana yakni menentukan dulu tujuan investasi Anda. Apakah Anda ingin berinvestasi jangka pendek atau jangka panjang?

Kemudian, Anda bisa melanjutkan dengan memahami profil risiko sejak awal untuk memastikan investasi sejalan dengan nilai keberlanjutan yang ingin Anda dukung. 

Untuk memahami langkah-langkahnya secara lebih detail, simak penjelasan cara memulai investasi berkelanjutan berikut ini. 

Langkah #1. Tentukan Tujuan Investasi

Menentukan tujuan investasi adalah langkah paling awal untuk memulai investasi berkelanjutan. Apakah Anda berinvestasi jangka pendek atau jangka panjang? Tujuan ini akan memengaruhi jenis instrumen yang dipilih serta strategi yang digunakan.

Jika tujuan Anda jangka pendek, Anda bisa fokus pada menjaga stabilitas dan likuiditas, sehingga memilih instrumen dengan risiko lebih rendah. Sementara itu, untuk jangka panjang, Anda bisa lebih fleksibel dalam memilih investasi dengan potensi pertumbuhan lebih tinggi.

Langkah #2. Pelajari Profil Risiko

Setiap investor memiliki tingkat toleransi risiko yang berbeda, sehingga penting untuk memahami profil risiko sebelum mulai berinvestasi. Secara umum, tingkat toleransi risiko dibagi menjadi tiga golongan.

  • Konservatif: Mengutamakan keamanan modal, cocok untuk investor yang menghindari fluktuasi besar.
  • Moderat: Siap menerima risiko sedang untuk mendapatkan imbal hasil yang lebih baik.
  • Agresif: Berani mengambil risiko lebih tinggi demi potensi return yang lebih besar.

Profil risiko ini membantu Anda memilih instrumen investasi berkelanjutan yang sesuai. Memahami hal ini berguna untuk memastikan portofolio tetap nyaman dikelola dan tidak mudah terpengaruh oleh perubahan pasar.

Langkah #3. Pilih Instrumen yang Tepat

Setelah memahami tujuan dan profil risiko, langkah berikutnya adalah memilih instrumen investasi yang sesuai. Dalam investasi berkelanjutan, Anda bisa mempertimbangkan berbagai pilihan seperti saham berbasis ESG, reksa dana berkelanjutan, atau obligasi hijau.

Pastikan instrumen yang dipilih tidak hanya sesuai dengan kebutuhan finansial, tetapi juga sejalan dengan nilai pribadi yang ingin kamu dukung, seperti isu lingkungan atau sosial. Nilai ini membuat investasi yang dilakukan terasa lebih bermakna dan tetap optimal secara finansial

Langkah #4. Gunakan Platform atau Manajer Investasi

Untuk mempermudah proses investasi, Anda bisa menggunakan platform digital atau jasa investment advisor. Pilih platform yang sudah terpercaya dan memiliki izin resmi serta transparan dalam menyajikan informasi terkait produk dan kinerjanya.

Selain itu, perhatikan kemudahan penggunaan dan biaya yang dikenakan. Pastikan juga fitur yang ditawarkan lengkap dan informatif untuk memantau dan mengelola investasi.

Jika membutuhkan pendampingan lebih lanjut, Anda juga bisa menggunakan jasa investment advisor. Bantuan profesional membantu Anda memperoleh rekomendasi yang lebih terarah.

Langkah #5. Lakukan Diversifikasi

Diversifikasi portofolio adalah strategi penting untuk mengurangi risiko investasi. Caranya dengan menyebarkan dana ke beberapa instrumen atau sektor. Dengan kata lain, Anda tidak bergantung pada satu jenis aset saja.

Diversifikasi bisa dilakukan dengan memilih berbagai perusahaan atau produk yang memiliki fokus ESG berbeda. 

Misalnya, Anda dapat berinvestasi pada perusahaan energi terbarukan (lingkungan), perusahaan yang fokus pada kesejahteraan tenaga kerja (sosial), serta perusahaan dengan tata kelola yang transparan (governance).

Strategi ini berguna untuk meminimalisir potensi kerugian sekaligus membuka peluang keuntungan dari sumber yang berbeda.

Apa Tantangan dalam Investasi Berkelanjutan?

Sebelum Anda terjun dalam investasi ini, sebaiknya ketahui dulu beberapa tantangannya, di antaranya risiko praktik greenwashing. Simak penjelasannya berikut ini. 

Apa Itu Greenwashing?

Salah satu tantangan utama adalah praktik greenwashing, yaitu ketika perusahaan mengklaim dirinya ramah lingkungan atau berkelanjutan, namun kenyataannya tidak sepenuhnya demikian. 

Investor bisa saja memilih produk yang tidak sesuai dengan prinsip keberlanjutan. Untuk menghindari hal ini, ada beberapa hal yang bisa diperhatikan saat melakukan riset.

Infografik menjelaskan apa itu greenwashing dan empat cara menghindarinya saat riset

Keterbatasan Pilihan Instrumen di Beberapa Pasar

Tantangan lainnya adalah keterbatasan pilihan instrumen investasi berkelanjutan, terutama di beberapa pasar yang masih berkembang. Tidak semua negara memiliki banyak produk berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG).

Hal ini bisa menyulitkan dalam proses diversifikasi atau dalam menemukan instrumen yang benar-benar sesuai dengan tujuan dan nilai pribadi. Anda perlu lebih aktif mencari informasi, termasuk mempertimbangkan produk dari pasar global.

Mulai Berinvestasi Lebih Bijak dan Berdampak

Melakukan investasi berkelanjutan berarti Anda bukan sekadar mengejar keuntungan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat. Memahami konsep ESG membantu Anda membangun strategi investasi yang lebih terarah dan bertanggung jawab.

Meskipun masih terdapat beberapa kendala, peluang yang ditawarkan investasi berkelanjutan tetap sangat menjanjikan, terutama dalam jangka panjang. Ditambah lagi, kesadaran masyarakat yang kian meningkat terhadap isu sosial dan lingkungan.

Jika diperlukan, Anda juga dapat memanfaatkan jasa investment advisor untuk mendapatkan arahan yang lebih profesional dan sesuai dengan tujuan serta profil risiko Anda.

Mini FAQs Tentang Investasi Berkelanjutan

1. Apakah investasi berkelanjutan menguntungkan?

Ya, investasi berkelanjutan tetap memiliki potensi keuntungan, terutama dalam jangka panjang. Banyak perusahaan berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG) juga cenderung lebih stabil karena mampu mengelola risiko dengan lebih baik.

2. Apa saja contoh instrumen investasi berkelanjutan?

Beberapa contohnya adalah saham perusahaan berbasis ESG, reksa dana berkelanjutan, obligasi hijau (green bonds), serta investasi yang berfokus pada dampak sosial (impact investing).

3. Bagaimana cara memulai investasi berkelanjutan?

Anda bisa mulai dengan menentukan tujuan investasi, memahami profil risiko, memilih instrumen yang sesuai, serta menggunakan platform terpercaya atau bantuan investment advisor untuk mendapatkan arahan yang tepat.

4. Apakah investasi berkelanjutan cocok untuk pemula?

Ya, investasi berkelanjutan cocok untuk pemula, terutama bagi yang ingin mulai berinvestasi sambil memberikan dampak positif. Anda bisa memulai dari instrumen dengan risiko lebih rendah dan belajar secara bertahap.

5. Apa perbedaan investasi berkelanjutan dan investasi konvensional?

Perbedaannya terletak pada pendekatan yang digunakan. Investasi berkelanjutan tidak hanya mempertimbangkan keuntungan finansial, tetapi juga aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola, sedangkan investasi konvensional lebih berfokus pada profit dan risiko finansial saja.