PLUS Advisor

Journals

Apa Itu Legacy dalam Keuangan? Kenali Jenis-Jenis dan Contohnya

Legacy dalam konteks keuangan merujuk pada bagaimana kekayaan dikelola, dilindungi, dan didistribusikan secara terencana. Tujuannya adalah memastikan aset yang dimiliki dapat bertahan dan bermanfaat dalam jangka panjang.

Ada beberapa jenis legacy yang perlu Anda ketahui, mulai dari financial legacy, family legacy, hingga business dan digital legacy. Setiap jenisnya memiliki tujuan serta pendekatan perencanaan yang berbeda.

Agar lebih memahami topik ini, kami telah merangkum informasi utama seputar pengertian legacy dalam keuangan, jenis-jenisnya beserta contoh, serta langkah-langkah yang dapat Anda ambil.

Apa Itu Legacy dalam Konteks Keuangan?

Legacy dalam keuangan adalah konsep perencanaan untuk mengelola, melindungi, dan mendistribusikan aset agar tetap memberikan manfaat di masa depan. Aset yang dimaksud bisa berupa uang, investasi, properti, hingga kepemilikan bisnis yang memiliki nilai ekonomi.

Sebuah laporan PwC menunjukkan bahwa 75% bisnis keluarga di Indonesia melihat usaha mereka sebagai aset yang perlu dijaga, sementara 73% fokus mempertahankan legacy keluarga. 

Angka ini menunjukkan bahwa legacy bukan sekadar konsep, tetapi sudah menjadi bagian penting dari perencanaan jangka panjang.

Lebih lanjut, menurut CEO Plus Advisor, Priskilla Lusiana, legacy yang terencana mencakup berbagai aspek penting dalam pengelolaan keuangan.

“Legacy yang terencana tidak hanya berfokus pada aset, tetapi juga mencakup pencatatan kekayaan, pengelolaan risiko, hingga penentuan distribusi yang jelas,” jelasnya.

Sekilas, legacy terdengar seperti warisan, bukan? Mari cari tahu perbedaannya.

Perbedaan Legacy dan Warisan

Banyak yang menganggap legacy sama dengan warisan, padahal keduanya memiliki perbedaan mendasar.

Warisan biasanya merujuk pada aset yang ditinggalkan tanpa perencanaan yang matang. Distribusinya sering kali baru dipikirkan di akhir dan bisa menimbulkan ketidakjelasan dalam pengelolaannya.

Sementara itu, legacy bersifat lebih strategis dan terencana. Artinya, pemilik aset sudah menentukan sejak awal bagaimana kekayaan akan dikelola, siapa yang akan menerimanya, serta melalui mekanisme apa aset tersebut didistribusikan. 

Berikut perbandingan keduanya dalam tabel untuk membantu Anda memahami lebih baik.

Apa Tujuan Legacy dalam Perencanaan Keuangan?

Setidaknya, ada tiga tujuan utama legacy dalam perencanaan keuangan, termasuk distribusi aset, perlindungan kekayaan, dan efisiensi pengelolaan aset lintas generasi.

Legacy memastikan aset yang dimiliki tetap terkelola dengan baik dan memberikan manfaat jangka panjang. Berikut penjelasan selengkapnya.

Distribusi Aset yang Terarah

Legacy membantu Anda memastikan aset didistribusikan sesuai dengan rencana yang telah ditentukan. Perencanaan ini memastikan aset (uang, investasi, properti) memiliki alokasi yang terstruktur, sehingga tidak ada kebingungan dalam proses penyalurannya di kemudian hari.

Perlindungan Nilai Kekayaan

Selain didistribusikan, aset juga perlu dilindungi nilainya. Legacy memungkinkan Anda menyiapkan strategi untuk menjaga kekayaan dari berbagai risiko, seperti penurunan nilai, pengelolaan yang kurang optimal, atau perubahan kondisi ekonomi. Hasilnya, aset tetap memiliki daya guna dan nilai yang stabil dalam jangka panjang.

Efisiensi Pengelolaan Aset Lintas Generasi

Legacy juga bertujuan menciptakan pengelolaan aset yang lebih efisien dari satu generasi ke generasi berikutnya. Aset dapat dikelola secara lebih sistematis dalam administrasi, legalitas, maupun strategi pengembangannya. 

Apa Saja Jenis-jenis Legacy dalam Keuangan?

Ada beberapa bentuk legacy yang umum dikenal, tergantung pada apa yang ingin ditinggalkan dan bagaimana dampaknya pada masa depan. Dalam artikel ini, kami akan membahas enam jenis legacy yang patut Anda ketahui.

Ada financial legacy, family legacy, hingga digital legacy. Simak perbedaan dan penjelasan masing-masing jenis legacy beserta contohnya.

Infographic table titled 'Jenis-Jenis Legacy dalam Keuangan' listing legacy types with their focus and short examples (Financial, Family, Business, Social, Personal, Digital Legacy).

1. Financial Legacy 

Financial legacy merupakan bentuk legacy yang paling umum dan paling erat kaitannya dengan keuangan. Ini mencakup seluruh aset yang memiliki nilai ekonomi, seperti tabungan, investasi, properti, hingga instrumen keuangan lainnya.

Contohnya, Anda memiliki portofolio investasi berupa saham dan reksa dana, serta satu atau dua properti. Aset-aset ini kemudian disusun dalam perencanaan yang jelas.

Misalnya, Anda menentukan siapa yang akan menerima, bagaimana cara distribusinya, dan kapan dialihkan. Sehingga kekayaan yang Anda miliki tersimpan dan terkelola dengan jelas.

2. Family Legacy 

Family legacy atau legacy keluarga lebih berfokus pada nilai, pola pikir, dan kebiasaan yang berkaitan dengan keuangan. Meskipun tidak selalu berbentuk aset fisik, aspek ini tetap penting karena memengaruhi bagaimana aset dikelola di masa depan.

Contohnya, orang tua yang membiasakan anak untuk menabung, memahami investasi, atau mengelola pengeluaran dengan bijak. Kebiasaan ini bisa terus terbawa hingga generasi berikutnya dan membantu menjaga kestabilan keuangan keluarga secara keseluruhan.

3. Business Legacy  

Business legacy berkaitan dengan usaha atau bisnis yang dibangun dan dipersiapkan untuk keberlanjutan jangka panjang. Bisnis termasuk aset bernilai yang dapat terus menghasilkan jika dikelola dengan baik.

Contohnya, pemilik usaha keluarga yang sudah menyiapkan sistem operasional, struktur manajemen, serta rencana suksesi. Persiapan ini memastikan bisnis berjalan meskipun terjadi pergantian kepemimpinan, sehingga nilai ekonominya tetap terjaga dan tetap berkembang.

4. Social Legacy 

Social legacy berkaitan dengan kontribusi yang diberikan kepada masyarakat melalui aset yang dimiliki. Legacy jenis ini biasanya diwujudkan dalam bentuk donasi, filantropi, atau pendirian yayasan.

Contohnya, seseorang mengalokasikan sebagian kekayaannya untuk kegiatan amal, seperti mendukung pendidikan, layanan kesehatan, atau program sosial lainnya. Kontribusi ini bisa terus berjalan dan bermanfaat dalam jangka panjang.

5. Personal Legacy 

Personal legacy mengarah pada bagaimana seseorang ingin dikenang melalui keputusan dan tindakan yang diambil. Meskipun bersifat personal, aspek ini tetap berkaitan dengan bagaimana aset digunakan dan didistribusikan.

Contohnya, seseorang yang dikenal bijak dalam mengelola keuangan dan menggunakan kekayaannya untuk hal-hal yang bermanfaat. Cara tersebut bisa menjadi inspirasi dan membentuk persepsi positif.

6. Digital Legacy 

Digital legacy mencakup aset dan jejak digital yang dimiliki, terutama yang memiliki nilai ekonomi atau manfaat jangka panjang. Seiring berkembangnya teknologi, aspek ini menjadi semakin relevan dalam perencanaan keuangan.

Aset yang termasuk dalam digital legacy bisa meliputi:

  • Aset kripto (cryptocurrency)
  • Akun yang menghasilkan pendapatan (misalnya monetisasi konten)
  • Domain website dan blog
  • Konten digital bernilai komersial (video, desain, e-book)
  • Akun finansial berbasis digital (e-wallet, platform investasi)

Contohnya, akun yang menghasilkan pendapatan, aset kripto, domain website, atau konten digital yang memiliki nilai komersial. Aset digital ini berpotensi sulit diakses atau bahkan hilang jika tidak dikelola dengan baik.

Oleh karena itu, penting untuk memasukkan aset digital ke dalam perencanaan legacy agar tetap aman, terdata, dan dapat dimanfaatkan secara optimal di masa depan.

Bagaimana Langkah Awal Menyiapkan Legacy Keuangan?

Anda bisa memulai menyusun legacy keuangan melalui lima langkah mudah. Langkah-langkah ini diawali dengan melakukan inventaris aset dan diakhiri dengan review berkala. 

1. Inventaris Aset

Melakukan inventaris aset artinya mendata seluruh aset secara menyeluruh untuk menentukan strategi legacy yang tepat. Tak sampai di situ, pastikan Anda juga mencatat nilai aset, lokasi penyimpanan, serta dokumen pendukungnya.

Beberapa aset yang perlu dicatat antara lain:

  • Tabungan dan deposito
  • Investasi (saham, reksa dana, obligasi)
  • Properti (rumah, tanah, apartemen)
  • Kepemilikan bisnis
  • Aset digital (crypto, domain, akun monetisasi)

2. Menentukan Alokasi & Penerima

Setelah aset terdata, langkah berikutnya adalah menentukan bagaimana aset tersebut akan dialokasikan. Tujuannya memastikan setiap aset memiliki tujuan yang jelas dan tidak terbengkalai.

Hal yang perlu dipertimbangkan, antara lain, menentukan penerima setiap aset dan proporsi pembagiannya. Sebaiknya Anda juga menentukan waktu atau kondisi distribusi (langsung atau bertahap).

3. Menggunakan Instrumen Keuangan & Legal

Agar proses distribusi berjalan lancar, Anda bisa memanfaatkan berbagai instrumen yang tersedia. Instrumen ini membantu membuat legacy lebih terstruktur dan sesuai hukum.

Instrumen yang paling umum dilakukan yaitu wasiat (untuk mengatur pembagian aset) dan asuransi jiwa (sebagai perlindungan finansial tambahan). Adapun instrumen lainnya adalah perencanaan pajak untuk efisiensi nilai aset.

4. Dokumentasi dan Akses Informasi yang Jelas

Selanjutnya, Anda harus memastikan semua informasi terdokumentasi dengan baik. Hal ini akan mempermudah proses pengelolaan aset sesuai rencana yang sudah dibuat.

Contoh dokumentasi seperti penyimpanan dokumen penting secara fisik dan digital, serta akses ke akun finansial dan aset digital. Siapkan juga informasi kontak pihak terkait, seperti notaris dan investment advisor.

5. Review dan Penyesuaian Secara Berkala

Kondisi keuangan bisa berubah seiring waktu, begitu juga dengan jumlah aset dan tujuan finansial. Oleh karena itu, perencanaan legacy perlu ditinjau secara berkala.

Review dan penyesuaian bisa dilakukan dalam jangka waktu tahunan, misalnya, setahun sekali. Apa saja yang perlu Anda lakukan dalam tahap ini?

  • Menyesuaikan dengan aset baru atau perubahan nilai aset
  • Memperbarui alokasi distribusi jika diperlukan
  • Menyesuaikan dengan regulasi atau kondisi ekonomi terbaru

Review rutin memastikan legacy yang Anda bangun tetap relevan dan siap menghadapi perubahan di masa depan. Jika perlu, libatkan tenaga profesional yang Anda percayai.

Sudahkah Anda Menyusun Legacy Keuangan?

Legacy dalam keuangan adalah bagaimana Anda mengelola dan memastikan kekayaan tersebut tetap bernilai di masa depan. Memahami berbagai jenis legacy membantu Anda memastikan arah distribusi dan pemanfaatan aset secara lebih terstruktur.

Mulai dari inventaris aset, penentuan alokasi, hingga penggunaan instrumen yang tepat, semuanya berperan penting dalam membangun legacy yang kuat.

Libatkan juga tenaga profesional seperti perencana keuangan atau konsultan hukum untuk membantu menyusun strategi yang lebih optimal dan sesuai regulasi.

Di era ekonomi yang fluktuatif, perencanaan legacy menjadi bagian penting dari strategi finansial jangka panjang. Pertanyaannya, sudahkah Anda mulai merencanakannya?

FAQs Tentang Legacy dalam Keuangan

1. Kapan waktu yang tepat untuk mulai menyiapkan legacy keuangan?

Semakin dini, semakin baik. Menyiapkan legacy tidak harus menunggu memiliki aset dalam jumlah besar. Memulai lebih awal membantu Anda memiliki waktu lebih panjang untuk mengelola, mengembangkan, dan merencanakan distribusi aset secara optimal.

2. Apakah legacy hanya untuk orang kaya?

Tidak. Legacy keuangan dapat disiapkan oleh siapa saja, terlepas dari jumlah aset yang dimiliki. Yang terpenting adalah bagaimana aset tersebut dikelola dan direncanakan agar tetap memberikan manfaat di masa depan.

3. Apa risiko jika tidak memiliki perencanaan legacy?

Tanpa perencanaan legacy, aset berpotensi tidak terkelola dengan baik, sulit didistribusikan secara jelas, atau bahkan kehilangan nilainya. Hal ini bisa membuat pemanfaatan aset menjadi kurang optimal.

4. Mengapa legacy keuangan penting?

Legacy penting untuk memastikan aset tetap terkelola dengan baik, nilainya terlindungi, dan dapat didistribusikan secara jelas sesuai tujuan jangka panjang.

5. Apa contoh legacy dalam kehidupan sehari-hari?

Contohnya adalah seseorang yang memiliki investasi, properti, atau bisnis, lalu menyusun rencana distribusi aset tersebut agar dapat dimanfaatkan oleh generasi berikutnya secara optimal.

6. Bagaimana cara memulai menyiapkan legacy keuangan?

Anda bisa mulai dengan mendata aset, menentukan alokasi dan penerima, menggunakan instrumen seperti wasiat atau asuransi, serta melakukan evaluasi secara berkala.