PLUS Advisor

Journals

Apa Itu Money Mindset? Kenali Jenis-Jenis dan Cara Memperbaikinya

Secara sederhana, money mindset mengacu pada kondisi psikologi finansial, yaitu cara seseorang memandang uang, termasuk bagaimana kita menilai, merespons, dan mengambil keputusan terkait keuangan.

Di Indonesia sendiri, laporan OJK mengatakan tingkat literasi keuangan masyarakat baru mencapai 66,46% pada 2025. Meskipun angka ini meningkat dari tahun sebelumnya, kesenjangan pemahaman masih cukup besar.

Tingkat literasi keuangan merujuk pada seberapa baik masyarakat memahami konsep keuangan, mulai dari cara mengelola uang, membuat anggaran, hingga mengenali risiko investasi. 

Dengan kata lain, banyak orang sudah berinteraksi dengan uang setiap hari, tetapi belum tentu memiliki pola pikir keuangan yang sehat.

Inilah sebabnya memahami money mindset sangat penting, karena dapat membantu kita mengenali pola pikir yang selama ini membentuk keputusan finansial, dan memperbaikinya jika diperlukan.

Beberapa point penting yang akan dibahas melalui artikel ini di antaranya:

  • Pengertian money mindset dan bagaimana terbentuknya
  • Jenis-jenis money mindset berdasarkan psikologi keuangan
  • Penerapan money mindset dalam kedupan nyata
  • Ciri-ciri money mindset yang sehat dan tidak sehat
  • Cara memperbaiki money mindset
  • Cara membangun money mindset sejak dini

Apa Itu Money Mindset & Bagaimana Terbentuknya?

Sederhananya, money mindset adalah kumpulan keyakinan, sikap, dan pola pikir yang memengaruhi cara Anda melihat, mengguncakan, dan mengambil keputusan tentang uang. Dalam psikologi finansial, money mindset membentuk reaksi Anda terhadap berbagai situasi keuangan.

Menariknya, money mindset bukan muncul begitu saja. Cara Anda memandang uang biasanya terbentuk dari pengalaman sehari-hari, jauh sebelum Anda sadar sedang mempelajarinya.

Beberapa faktor yang paling berpengaruh antara lain:

  • Keluarga dan pola asuh

Cara orang tua mengelola uang, hemat, boros, terbuka, atau justru tertutup soal keuangan, sering kali menjadi “template” awal Anda dalam bersikap terhadap uang. Mindset yang tidak sehat bisa memicu konflik keuangan keluarga.

  • Pengalaman masa kecil

Apakah Anda tumbuh dalam kondisi serba cukup atau serba pas-pasan? Pengalaman ini bisa membentuk perasaan aman, takut, atau optimis terhadap uang ketika dewasa.

  • Pendidikan finansial

Pengetahuan dasar seperti membuat anggaran, memahami bunga, atau mengenali risiko investasi sangat menentukan bagaimana Anda membuat keputusan keuangan.

  • Lingkungan sosial dan media

Teman, tempat kerja, hingga konten digital ikut memengaruhi standar finansial Anda. Misalnya, apa yang dianggap normal, penting, atau perlu dikejar.

Memahami bagaimana money mindset Anda terbentuk adalah langkah pertama sebelum masuk ke pembahasan berikutnya: jenis-jenis money mindset dan bagaimana pengaruhnya terhadap keseharian Anda.

Apa Saja Jenis-Jenis Money Mindset?

Secara umum, ada dua kelompok besar money mindset yang paling sering dibahas dalam psikologi finansial. Keduanya menggambarkan bagaimana Anda memandang peluang, risiko, dan kemampuan Anda sendiri dalam mengelola uang.

Abundance vs Scarcity

Dua jenis mindset ini membandingkan cara Anda memandang ketersediaan sumber daya. 

Artinya, apakah Anda melihat uang sebagai sesuatu yang bisa tumbuh, atau sesuatu yang selalu terasa kurang.

Jika Anda memiliki abundance mindset, Anda melihat dunia penuh peluang. 

Orang dengan mindset ini cenderung percaya bahwa rezeki bisa dicari, uang bisa tumbuh, dan selalu ada cara untuk memperbaiki kondisi finansial. 

Pola pikir positif ini biasanya membuat Anda lebih tenang dan berani mengambil keputusan yang terukur.

Jika Anda memiliki scarcity mindset, Anda cenderung fokus pada kekurangan. 

Mindset ini membuat seseorang merasa bahwa sumber daya selalu terbatas dan sulit diperoleh. 

Akibatnya, keputusan finansial sering dipengaruhi rasa takut, kekhawatiran, atau keengganan mengambil risiko, bahkan ketika peluangnya sebenarnya cukup aman.

Fixed vs Growth

Kelompok mindset ini lebih membahas cara Anda memandang kemampuan finansial diri sendiri. 

Apakah Anda merasa bisa belajar mengelola uang, atau merasa kemampuan itu tidak dapat berubah?

Mereka yang memiliki fixed mindset, merasa kemampuan finansial Anda sudah “paket lengkap”, dalam arti lain, tidak bisa berubah. 

Misalnya, merasa sejak kecil tidak pandai mengatur uang sehingga menganggap hal itu permanen. 

Pola pikir ini sering membuat seseorang berhenti mencoba hal baru.

Sementara itu, jika growth mindset percaya bahwa skill finansial bisa dipelajari, dilatih, dan ditingkatkan. 

Orang dengan mindset ini melihat kesalahan sebagai proses belajar, bukan kegagalan.

Mereka cenderung lebih terbuka pada edukasi finansial dan lebih berani membangun strategi jangka panjang.

Bagaimana Penerapan Money Mindset di Kehidupan Nyata?

Setelah mengenali jenis-jenis money mindset, mudah untuk melihat bagaimana kombinasi pola pikir tersebut muncul dalam perilaku sehari-hari. Dalam praktiknya, empat kombinasi berikut adalah yang paling sering ditemui.

Kombinasi MindsetKarakter UtamaPerilaku Sehari-hariDampak Pada KeuanganTantangan
Abundance + GrowthOptimis, terbuka untuk belajarAktif mencari peluang, edukasi finansial, berani ambil keputusan terukurPotensi pertumbuhan keuangan lebih cepatKonsisten evaluasi risiko dan strategi
Scarcity + FixedTakut gagal, pasrahMenghindari risiko, merasa uang selalu kurangSulit mengalami perubahan signifikanPerlu bangun rasa percaya diri & edukasi dasar finansial
Abundance + FixedPositif soal masa depan, tapi ragu mencoba hal baruPeluang sering terlewat, kurang percaya diriPertumbuhan lambat meski ada potensiLatih keberanian mencoba dan belajar hal baru
Scarcity + GrowthCemas soal uang, tapi mau berkembangAktif belajar, mencoba perbaikan kecilProgres bertahap & stabilKendalikan emosi dan perkuat kebiasaan finansial sehat

Abundance + Growth

Kombinasi ini menciptakan individu yang optimis, mau belajar, dan aktif mencari peluang. Mereka cenderung terbuka pada edukasi finansial, berani mengambil keputusan yang terukur, dan memandang tantangan sebagai proses berkembang.

Scarcity + Fixed

Kombinasi ini biasanya ditandai rasa takut gagal, kecenderungan menghindari risiko, dan sikap pasrah pada keadaan. Pola pikir “uang selalu kurang” membuat seseorang merasa tidak mampu memperbaiki kondisi finansial, sehingga perubahan jarang terjadi.

Abundance + Fixed

Individu dengan kombinasi ini memiliki pandangan optimis tentang masa depan, namun enggan mencoba hal baru karena merasa kemampuan finansialnya terbatas. Akibatnya, banyak peluang baik terlewat hanya karena tidak cukup percaya diri untuk memahaminya atau mencobanya.

Scarcity + Growth

Kombinasi ini menunjukkan seseorang yang masih mudah cemas soal uang, tetapi tetap berusaha belajar dan memperbaiki diri. Ada hambatan emosional, namun ada juga motivasi kuat untuk terus meningkatkan kemampuan finansial melalui edukasi dan latihan.

Empat pola ini membantu Anda mengenali titik awal. Dari sini, Anda bisa mulai mengevaluasi mindset mana yang paling sering muncul dalam keputusan finansial Anda.

Apa Ciri-Ciri Money Mindset Sehat dan Tidak Sehat?

Secara umum, ciri-ciri money mindset dapat dibagi menjadi dua kelompok, yakni yang sehat dan tidak sehat. Cara membedakannya juga cukup mudah, seperti berikut:

Money Mindset Sehat

Pola pikir finansial yang sehat membantu seseorang membuat keputusan lebih tenang, terarah, dan realistis. Misalnya:

  • Melihat uang sebagai alat, bukan sumber kecemasan atau penentu nilai diri
  • Membuat keputusan keuangan secara terukur, tidak reaktif
  • Konsisten menabung, mengatur anggaran, dan memahami risiko
  • Fokus pada tujuan jangka panjang, bukan hanya kepuasan sesaat

Money Mindset Tidak Sehat

Sebaliknya, pola pikir yang tidak sehat sering memicu keputusan keuangan yang terburu-buru atau penuh ketakutan. Contohnya:

  • Takut kehilangan uang secara berlebihan, bahkan pada peluang yang aman
  • Merasa uang tidak pernah cukup meskipun kondisi sebenarnya stabil
  • Cenderung konsumtif atau impulsif ketika menghadapi tekanan atau emosi
  • Menghindari pembahasan atau perencanaan keuangan karena merasa tidak mampu

Mengapa mengenali ciri-ciri ini penting? Anda bisa memahami di mana posisi Anda saat ini.

Selain itu, Anda juga bisa melihat perubahan apa yang mungkin perlu dilakukan untuk memiliki hubungan yang lebih sehat dengan uang.

Bagaimana Cara Memperbaiki Money Mindset Saat Dewasa?

Memperbaiki money bisa dibangun melalui kebiasaan kecil yang konsisten, meskipun hasilnya tidak bisa instan. Berikut beberapa langkah praktis yang bisa mulai Anda terapkan:

1. Mulai Dari Catatan Keuangan Rutin

Membuat catatan keuangan adalah langkah paling dasar tapi paling berdampak.

Catatan memberi gambaran nyata soal arus kas Anda, di mana uang masuk dan ke mana uang pergi, sehingga keputusan berikutnya tidak berdasarkan asumsi.

Caranya pun cukup serhana, Anda bisa memulai dengan format: kolom pemasukan, pengeluaran tetap, pengeluaran variabel, dan tabungan/investasi.

Kemudian, catat setiap transaksi selama 30 hari (pakai buku catatan atau aplikasi).

Di akhir bulan, lakukan evaluasi untuk melihat mana pengeluaran yang bisa dikurangi, atau berapa persen dari penghasilan yang berhasil ditabung.

Anda juga bisa membuat target sederhana, misalnya 30% kebutuhan, 20% tabungan/investasi, 50% gaya hidup, lalu sesuaikan dengan kondisi Anda.

2. Kurangi Impulsive Buying

Belanja impulsif sering terjadi karena emosi, iklan, atau peer pressure.

Mengurangi kebiasaan ini memperbaiki arus kas dan membantu Anda fokus pada tujuan jangka panjang.

Langkah praktis yang bisa Anda ambil yakni menerpakan rule 24 jam. Artinya, tunda pembelian non-esensial 24 jam. Seringkali dorongan itu akan hilang.

Gunakan juga daftar belanja untuk kebutuhan nyata dan pegang daftar itu saat belanja online/offline.

Tip yang paling penting adalah menonaktifkan notifikasi promo yang memicu FOMO atau hapus kartu tersimpan di merchant supaya proses checkout lebih “sulit”.

Batasi akses ke e-commerce lewat browser atau aplikasi di waktu-waktu rawan (misalnya, malam hari).

3. Tingkatkan Edukasi Finansial

Pengetahuan mengurangi rasa takut dan menaikkan rasa percaya diri dalam membuat keputusan finansial. Edukasi bisa formal maupun informal, kecil namun konsisten.

Mulai dari sumber sederhana seperti buku pengantar keuangan pribadi, artikel terpercaya, atau kanal edukasi finansial yang kredibel.

Atau ikuti satu kursus singkat atau berdiskusi keuangan dengan pasangan/teman untuk berbagi pengalaman sering membuka perspektif baru.

4. Latih Aware Pada Pola Pengeluaran

Menyadari mengapa Anda mengeluarkan uang sama pentingnya dengan menyadari berapa banyak.

Self-awareness membantu memutus lingkaran kebiasaan yang merugikan.

Tandai kategori pengeluaran yang memicu emosi (contoh: belanja saat stres, makan di luar saat bosan).

Setiap kali membeli sesuatu di luar kebutuhan, tulis alasannya (emosi, urgensi, diskon, dsb.). Lihat pola setelah 2 minggu.

Gunakan anggaran “fun money” sehingga kebutuhan emosional tetap terpenuhi tapi ada batasnya.

Sebaiknya, Anda melakukan review pengeluaran setiap minggunya untuk memonitor apa saja yang Anda beli dan alasannya.

5. Fokus Pada Pertumbuhan dan Proses Belajar

Mindset yang ingin berkembang menekankan usaha kecil yang konsisten. 

Jangan menunggu sempurna, bahkan aksi kecil yang berulang lebih efektif ketimbang tindakan besar yang sporadis.

Tetapkan satu tujuan finansial jangka pendek (3–6 bulan) dan satu jangka panjang (3–5 tahun). Pecah jadi langkah bulanan/mingguan.

Jangan ragu untuk merayakan pencapaian kecil: simpan reward kecil ketika berhasil mencapai milestone (tanpa melampaui anggaran).

Kemudian, evaluasi dan adaptasi setiap tiga bulan, cek apakah strategi berjalan dan sesuaikan bila perlu.

Terakhir, bangun kebiasaan belajar setidaknya 15–30 menit per minggu untuk membaca atau mengikuti update finansial.

Bagaimana Cara Membangun Money Mindset Sehat Sejak Dini?

Membangun money mindset yang positif juga bisa dilakukan sejak kecil.

Hal ini membantu anak memahami nilai uang dan membuat keputusan finansial yang lebih bijak saat dewasa.

Prosesnya tidak harus kompleks, cukup melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten di rumah.

Pengalaman langsung dan contoh sehari hari membantu anak lebih mudah menangkap konsep dasar terkait pengelolaan keuangan.

  1. Ajarkan kebiasaan menabung dengan menyisihkan sebagian uang sakunya untuk membantu membentuk disiplin finansial sejak awal.
  2. Jelaskan perbedaan antara kebutuhan dan keinginan agar anak terbiasa mempertimbangkan prioritas sebelum membeli sesuatu.
  3. Lakukan diskusi finansial sederhana tentang harga barang, tujuan menabung, atau rencana membeli sesuatu untuk memahami konteks keuangan.
  4. Beri contoh perilaku finansial yang baik. Sikap orang tua terhadap uang sangat memengaruhi pola pikir mereka.
  5. Latihan mengelola uang saku untuk melatih anak membuat keputusan, mengatur pengeluaran, dan belajar dari kesalahan kecil tanpa risiko besar.

Bagaimana Kondisi Money Mindset Anda?

Sebelum melangkah lebih jauh dalam memperbaiki kebiasaan finansial, penting untuk melihat ke dalam diri sendiri.

Coba amati bagaimana Anda bereaksi terhadap uang. Apakah lebih sering merasa cukup atau merasa kekurangan?

Apakah keputusan finansial diambil dengan tenang atau penuh kekhawatiran? Apakah Anda cenderung belajar hal baru soal finansial atau justru menjauhinya?

Pertanyaan-pertanyaan sederhana ini bisa memberi gambaran awal tentang kecenderungan mindset Anda.

Refleksi ini membantu memahami titik awal Anda.

Semakin jelas Anda melihat posisinya, semakin mudah membangun money mindset yang lebih sehat dan lebih menguntungkan untuk jangka panjang.

Jika dirasa sulit memulainya, pilih satu kebiasaan kecil yang paling realistis untuk dilakukan minggu ini, dan lanjutkan perubahan bergulir dari sana secara perlahan.

Mini FAQs Tentang Money Mindset 

1. Apakah money mindset sama dengan skill mengelola uang?

Tidak. Money mindset adalah cara berpikir tentang uang, termasuk keyakinan, sikap, dan asumsi yang terbentuk sejak lama. Sementara skill keuangan adalah kemampuan teknis seperti membuat anggaran, menabung, atau investasi. Mindset yang sehat biasanya membantu skill mengelola uang agar terus berkembang.

2. Apakah money mindset bisa berubah meski sudah dewasa?

Tentu bisa. Banyak orang baru “melek” finansial setelah bekerja atau menikah. Dengan kebiasaan yang lebih terarah, belajar hal baru, dan rutin evaluasi diri, mindset finansial tetap bisa berubah jadi lebih sehat.

3. Apakah trauma atau pengalaman buruk soal uang memengaruhi money mindset?

Ya, dan pengaruhnya besar. Hal seperti pernah terlilit utang atau tumbuh dalam keluarga serba kekurangan bisa membentuk cara seseorang melihat uang. Kabar baiknya, pola pikir itu bisa diperbaiki kalau kita menyadarinya dan mau melatih kebiasaan baru.

4. Apakah memiliki banyak uang otomatis berarti money mindset sudah sehat?

Tidak selalu. Ada banyak orang dengan penghasilan tinggi tapi tetap takut ambil keputusan, boros, atau merasa uangnya tidak pernah cukup. Money mindset sehat lebih terlihat dari kebiasaan dan cara berpikir.

5. Bagaimana cara tahu money mindset seseorang sedang bermasalah?

Biasanya mulai terlihat dari rasa cemas berlebihan soal uang, sering merasa kurang, menghindari topik keuangan, atau gampang impulsif. Jika kebiasaan keuangan dasar saja sulit dijalankan, itu tanda bahwa mindset mungkin perlu diperbaiki.